PALEMBANG – Sebagai bagian dari rangkaian Ujian Praktik Pendidikan Agama Islam (PAI), siswa kelas XII SMK Ar-Rahman Palembang melaksanakan praktik pengurusan jenazah pada Sabtu (6/04). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pemahaman mendalam mengenai kewajiban umat Muslim terhadap sesama yang telah meninggal dunia.
Ujian praktik ini dilaksanakan secara komprehensif, mencakup seluruh tahapan fardu kifayah, mulai dari teknik memandikan, cara mengkafani yang benar, hingga prosesi mensholatkan jenazah.
Novizar, ST Kepala Sekolah SMK Ar-Rahman menyampaikan bahwa materi ini sangat krusial agar siswa memiliki kemandirian dan keberanian untuk terjun langsung di masyarakat saat dibutuhkan kelak. "Kami ingin lulusan kami tidak hanya kompeten secara teknis di bidang jurusannya, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan sosial yang kuat," ujarnya.
Dalam suasana yang khidmat, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok harus memperagakan urutan pengurusan jenazah dengan teliti:
1. Memandikan: Siswa mempraktikkan cara menyucikan jenazah dengan penuh adab dan tata krama.
2. Mengkafani: Demonstrasi penggunaan kain kafan, pengikatan tali, hingga kerapihan pembungkusan.
3. Mensholatkan: Ujian diakhiri dengan praktik sholat jenazah berjamaah, di mana siswa bergantian menjadi imam dan makmum dengan bacaan takbir yang tepat.
Ustad Zanu Arianto selaku penguji memberikan penilaian berdasarkan ketepatan rukun, kesesuaian doa, serta kekompakan kerja tim. Meskipun terlihat tegang, para siswa tampak serius mengikuti setiap instruksi untuk memastikan prosesi berjalan sesuai dengan syariat Islam.
Dengan terlaksananya ujian ini, diharapkan para siswa kelas XII SMK Ar-Rahman Palembang dapat memahami bahwa kematian adalah hal yang pasti, dan mengurus jenazah merupakan bentuk penghormatan terakhir yang harus dipahami oleh setiap muslim.